robi ismail


Tidak seperti biasa, hari itu Baginda tiba-tiba ingin menyamar menjadi rakyat biasa. Beliau ingin menyaksikan kehidupan di luar istana tanpa sepengetahuan siapa pun agar lebih leluasa bergerak. Baginda mulai keluar istana dengan pakaian yang amat sederhana layaknya seperti rakyat jelata. Di sebuah perkampungan beliau melihat beberapa orang berkumpul. Setelah Baginda mendekat, ternyata seorang ulama
sedang menyampaikan kuliah tentang alam barzah. Tiba-tiba ada seorang yang datang dan bergabung di situ.

la bertanya kepada ulama itu.
"Kami menyaksikan orang kafir pada suatu waktu dan mengintip kuburnya, tetapi kami tiada
mendengar mereka berteriak dan tidak pula melihat penyiksaan-penyiksaan yang katanya sedang dialaminya.
Maka bagaimana cara membenarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang dilihat mata?" Ulama itu berpikir sejenak kemudian la berkata, "Untuk mengetahui yang demikian itu harus dengan panca indra yang lain.
Ingatkah kamu dengan orang yang sedang tidur? Dia kadangkala bermimpi dalam tidumya digigit ular, diganggu dan sebagainya. la juga merasa sakit dan takut ketika itu bahkan memekik dan keringat bercucuran pada keningnya. la merasakan hal semacam itu seperti ketika tidak tidur. Sedangkan engkau yang duduk di dekatnya menyaksikan keadaannya seolah-olah tidak ada apa-apa. Padahal apa yang dilihat serta dialaminya adalah dikelilingi ular-ular. Maka jika masalah mimpi yang remeh saja sudah tidak mampu mata lahir melihatnya, mungkinkah engkau bisa melihat apa yang terjadi di alam barzah?"
Baginda Raja terkesan dengan penjelasan ulama itu. Baginda masih ikut mendengarkan kuliah itu. Kini ulama itu melanjutkan kuliahnya tentang alam akhirat. Dikatakan bahwa di surga tersedia hal-hal yang amat disukai nafsu, termasuk benda-benda. Salah satu beihda-benda itu adalah mahkota yang amat luar biasa indahnya. Tak ada yang lebih indah dari barang-barang di surga karena barang-barang itu tercipta dari cahaya. Saking indahnya rnaka satu mahkota jauh lebih bagus dari dunia dan isinya. Baginda makin terkesan. Beliau pulang kembali ke istana.
Baginda sudah tidak sabar ingin menguji kemampuan Abu Nawas. Abu Nawas dipanggil: Setelah menghadap Bagiri
"Aku menginginkan engkau sekarang juga berangkat ke surga kemudian bawakan aku sebuah mahkota surga yang katanya tercipta dari cahaya itu. Apakah engkau sanggup Abu Nawas?"
"Sanggup Paduka yang mulia." kata Abu Nawas langsung menyanggupi tugas yang mustahil
dilaksanakan itu. "Tetapi Baginda harus menyanggupi pula satu sarat yang akan hamba ajukan." "Sebutkan sarat itu." kata Baginda Raja.
"Hamba mohon Baginda menyediakan pintunya agar hamba bisa memasukinya." "Pintu apa?" tanya Baginda belum mengerti. Pintu alam akhirat." jawab Abu Nawas. "Apa itu?" tanya Baginda ingin tahu.
"Kiamat, wahai Paduka yang mulia. Masing-masing alam mempunyai pintu. Pintu alam dunia adalah
liang peranakan ibu. Pintu alam barzah adalah kematian. Dan pintu alam akhirat adalah kiamat. Surga berada di
alam akhirat. Bila Baginda masih tetap menghendaki hamba mengambilkan sebuah mahkota di surga, maka dunia harus kiamat terlebih dahulu."
Mendengar penjetasan Abu Nawas Baginda Raja terdiam. Di sela-sela kebingungan Baginda Raja Harun AI Rasyid, Abu Nawas bertanya lagi,
"Masihkah Baginda menginginkan mahkota dari surga?" Baginda Raja tidak menjawab. Beliau diam seribu bahasa, Sejenak kemudian Abu Nawas mohon diri karena Abu Nawas sudah tahu jawabnya.



selengkapnya.....
robi ismail

Kontroversi Kembali Terjadi Seputar Agama Obama,Setelah Membungkukkan Badannya diDepan Raja Saudi
Selasa, 07 April 09

Sikap membungkukkan badan (sebagai bentuk penghormatan) yang dilakukan Presiden Amerika Barack Obama di depan Khadim Haramain Malik Abdullah bin Abdul Aziz pada pertemuan puncak G-20 di London, Rabu lalu telah membuat kehebohan yang besar di berbagai media informasi Barat, yang mempertanyakan rahasia di balik semua itu, dan juga memicu pertanyaan-pertanyaan serius tentang agama Presiden Amerika yang sebenarnya.

Sikap membungkukkan badan ini nampaknya sebagai bentuk penyambutan dari Obama untuk menunjukkan rasa hormat terhadap Raja Abdullah dalam pertemuan pertama mereka, tetapi puluhan Surat Kabar Eropa dan Amerika dan lainnya menganalisa fenomena tersebut dari beberapa sudut yang aneh dari tindakan/sikap Obama yang tidak dilakukan terhadap orang lain yang dia jumpai di pertemuan puncak G-20 tersebut, termasuk Ratu Elizabeth kedua.

Partai Konservatif di AS menyerang melalui media informasi atas cara penghormatan yang dilakukan Presiden Obama terhadap Raja Abdullah. Seorang warga negara AS mengatakan di salah satu chanel TV lokal di negara bagian North Dakota, “Tidak ada larangan untuk menunjukkan rasa hormat, tetapi janganlah anda bertindak seakan-akan anda lebih rendah derajatnya, sedang mantan Presiden Amerika George W. Bush tidak pernah melakukannya.”

Komentator lainnya berkata, “Orang-Orang Arab memahami bahwa membungkukkan badan terhadap seseorang merupakan sikap tunduk dan patuh kepadanya, dan sekarang mereka memahami apa yang dilakukan obama dengan sikap tersebut.”

Komentar lainnya, “Ini menunjukkan berlebihnya kecintaan Obama terhadap Arab tidak seperti yang dilakukan Bush terhadap mereka. Dan kami berkeberatan atas kecintaan/ persahabatan seperti ini, bukankah sudah cukup menjabat tangan Raja Saudi tersebut.”

Gary Bauer mantan kandidat presiden dari Partai Republik juga menyerang Obama, dengan mengatakan, “Bahwa Obama telah memperlihatkan persahabatan/ kecintaannya kepada kaum Muslimin dengan sikap yang dapat menimbulkan keresahan dan termasuk usahanya untuk merekrut kaum Muslimin di Gedung Putih, dan sekarang adalah tindakannya yaitu membungkukkan badan terhadap raja Saudi.”


Katanya seeh pemberitaan tentang bungkuknya seorang Obama kepada Raja Saudi Arabia Khadim Haramain Malik Abdullah bin Abdul Aziz sempat menggemparkan seantero Dunia beberapa pekan terakhir ini. hm... ulah apa lagi nih..?

selengkapnya.....
Labels: , 1 comments | | edit post